Kapolda Jateng Gandeng Mahasiswa untuk Bersinergi Cari Scientific Problem Solving Dampak Penyesuaian Harga BBM

18 September 2022 - 07:49 WIB

Tribratanews.tribratanews.com - Rasa aman tidak terjadi secara tiba-tiba, namun rasa aman melalui proses dan tahapan yang dilakukan salah satunya dengan sinergi antara Polri bersama seluruh lapisan masyarakat. Hal itu diungkapkan Kapolda Jateng Irjen. Pol. Ahmad Luthfi saat menghadiri undangan Panitia Musyawarah Pimpinan Daerah PMII Jateng dalam Acara Musyawarah Pimpinan Daerah (MUSPIDA) di Pendopo Kantor Bupati Grobogan, Jumat (16/9/22).

Dalam kegiatan di Pendopo Kabupaten Grobogan juga digelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai “Sinergitas Politik Sosial Ekonomi Dalam Membangun Jawa Tengah” yang diberikan oleh Kapolda Jateng. “Untuk mewujudkan rasa aman diperlukan berbagai kegiatan kepolisian yang terprogram baik pusat maupun kewilayahan, dan rasa aman ini diberikan untuk masyarakat kita sebagaimana tugas polri yang diatur oleh undang-undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Polri,” jelas Kapolda.

Menurut Irjen. Pol. Ahmad Luthfi, upaya Polri dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat itu dapat diraih apabila terjadi sinergitas antara Polri dengan stake holder terkait didukung oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk para pelajar dan mahasiswa.

Kapolda juga menyebut bahwa PMII merupakan wadah pergerakan yang menampung energi dari mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. 

Dengan berbagai latar belakang akademis yang dipunyai para mahasiswa, diharapkan mampu menyumbangkan Scientific Problem Solving atas beragam permasalahan yang ada di masyarakat.

“Sebagai sebuah organisasi mahasiswa, saya harap PMII meningkatkan sinergitas yang terjalin dengan Polri, Ayo bersama-sama memberikan solusi secara ilmiah atas berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat, karena anda memiliki nilai lebih dalam status sebagai mahasiswa dan di pergerakan yang anda punyai ini,” jelas Kapolda.

Kapolda juga menekankan sinergitas merupakan kunci penting dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Seperti contoh, berkat sinergitas dan gotong royong yang dilakukan bersama-sama selama pandemi Covid 19, bangsa Indonesia mampu bangkit dari pandemi yang melanda di seluruh dunia. “Kita memiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh negara lain, yaitu semangat gotong royong. Sehingga Indonesia mendapat pujian masyarakat dunia karena mampu cepat bangkit dari Covid-19,” jelasnya.

Di Jateng sendiri, tingginya angka covid di Kudus beberapa waktu lalu adalah yang tertinggi di Indonesia. Namun berkat sinergitas dan kerja keras semua pihak masalah tersebut dapat segera tertangani. “Bahkan penanganannya menjadi role model bagi kabupaten lain di tingkat nasional,” terang Kapolda.

Terkait dampak penyesuaian harga BBM saat ini, Kapolda mengajak mahasiswa untuk ikut aktif dalam merumuskan cara bertindak yang efektif dalam rangka menangani dampak penyesuaian harga BBM di masyarakat. “Sampaikan ke seluruh anggota pergerakan untuk melakukan kegiatan sebagai karya nyata dalam rangka menangani kenaikan BBM bersama dengan polres di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Peran aktif tersebut dapat diwujudkan dengan kajian ilmiah melalui FGD, audiensi, serta terjun ke lapangan menemui para pedagang, tukang ojek dan masyarakat kecil lainnya untuk menemukan scientific problem solving atas dampak penyesuaian harga BBM saat ini.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan wujud kebebasan berekspresi di Indonesia, tetapi silahkan dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan sesuai yang diatur oleh undang-undang, Selain itu dengan keilmuan yang anda miliki mari bersama kita lakukan scientific problem solving sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak penyesuaian harga BBM saat ini,” jelas Kapolda.

Share this post

Sign in to leave a comment